Laman

Jumat, 03 November 2017

MATERI LOGIKA




Definisi
Dua kalimat disebut ekuivalen (secara logika) jika dan hanya jika keduanya mempunyai nilai kebenaran yang sama untuk semua substitusi nilai kebenaran masing-masing kalimat penyusunnya.
Jika A dan B adalah kalimat-kalimat yang ekuivalen, maka dituliskan seperti pada Persamaan 1

A ≡ B

Contoh
  1. ¬(¬A) ≡ A
  2. ¬(A∧B) ≡¬A∧¬B
Dalam membuktikan ekuivalensi P = Q, ada 3 macam cara yang bisa dilakukan:
  1. diturunkan terus menerus (dengan menggunakan hukum-hukum yang ada), sehingga akhirnya didapat Q.
  2. Q diturunkan terus menerus (dengan menggunakan hukum-hukum yang ada), sehingga akhirnya didapat P.
  3. dan masing-masing diturunkan secara terpisah (dengan menggunakan hukum-hukum yang ada), sehingga akhirnyasama-sama didapat R.
Sebagai aturan kasar, biasanya bentuk yang lebih kompleks yang diturunkan ke bentuk yang lebih sederhana.

ALJABAR PROPOSISI
Alajabar Proposisi adalah hukum-hukum aljabar yang dapat digunakan dalam proposisi. 
Hukum berasal dari (hu·kum (noun) ) yang artinya 1 peraturan atau adat yg secara resmi dianggap mengikat, yg dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah; 2 undang-undang, peraturan, dsb untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat; 3 patokan (kaidah, ketentuan) mengenai peristiwa (alam dsb) yg tertentu; 4 keputusan (pertimbangan) yg ditetapkan oleh hakim (dl pengadilan); vonis; 

Aljabar berasal dari al·ja·bar (noun) yang artinya cabang matematika yg menggunakan tanda-tanda dan huruf-huruf untuk menggambarkan atau mewakili angka-angka (a, b, c, sbg pengganti bilangan yg diketahui dan x, y, z untuk bilangan yg tidak diketahui).

Berikut adalah macam-macam dari Aljabar Proposisi
1. Hukum Idempoten
(a) p  p  = p
(b) p  p  = q
2. Hukum Komutatif
(a) p  q  = q  p
(b) p  q  = q  p
3. Hukum Asosiatif
(a) (p  q)  r  = p  (q  r)
(b) (p  q)  r  = p  (q  r)
4. Hukum Absorbsi
 (p  q)  = p, p  (p  q)  = p
5. Hukum Distributif
(a) p  (q  r)  = (p  q)  (p  r)
(b) p  (q  r)  = (p  q)  (p  r)
6. Hukum Identitas
(a) p  F  = p
(b) p  T  = T
(c) p  F  = F
(d) p  T  = p
7. Hukum Involution (Negasi Ganda)
(a) ¬¬ p  = p
8. Hukum Komplemen (Negasi)
(a) p ¬ p  = T
(b) p ¬ p  = T
9. Hukum De Morgan
(a) ¬ ( p  q)  = ¬ p ¬ q
(b) ¬ (p  q)  = ¬ p ¬ q
10. Hukum Kontraposisi
 q  =  q ¬ p
11. Hukum Implikasi
 q  = ¬ p  q
12. Hukum Biimplikasi
p = (p  q)  (q  p)
p = ( ¬ p  q )  (¬ q  p)

0 komentar:

Posting Komentar